![]()
Sistem Delapan Bendera secara resmi dibentuk oleh Nurhachi, Taizu (Pendiri) dari Dinasti Qing.
Awalnya, hanya ada empat bendera yang mewakili empat unit militer yang berbeda: Bendera Kuning, Bendera Putih, Bendera Merah dan Bendera Biru.
Pada tahun 1614, sebuah keputusan untuk menyatukan semua faksi mengakibatkan adanya penambahan bendera yakni ditambahkannya Bendera Kuning Bertepi, Bendera Putih Bertepi, Bendera Merah Bertepi dan Bendera Biru Bertepi. Secara keseluruhan, bendera ini disebut Delapan Bendera dan mereka mengomando prajurit Manchuria, Mongolia dan Han.
Ada cerita menarik di balik sistem bendera ini.
Salah satu cerita adalah sebuah legenda tentang Delapan Naga. Awalnya, Delapan Naga ini tidak mau bersatu. Mereka sering bertengkar satu sama lain untuk menunjukkan keunggulan diri dan merendahkan yang lain.
Setelah Kaisar Langit mendengar hal ini, ia memanggil seorang Dewa dan berkata: "Seseorang di bumi mengeluh kepada saya. Karena matahari dan bulan selalu berbarengan, setengah dari Bumi menjadi selalu terang dan setengah lainnya selalu gelap. Hal ini tidak hanya membuat manusia merasa tidak nyaman, tapi juga membuat mereka kehilangan selera dan mengganggu tidur mereka. Tanaman juga menjadi layu. Karena manusia ingin matahari dan bulan dipisahkan, jadi saya memerintahkan kamu untuk memberitahu Delapan Naga untuk memecahkan masalah ini.“
Setelah menerima perintah, masing-masing dari Delapan Naga berusaha untuk menyelesaikan tugas ini secara sendiri-sendiri. Mereka bersaing satu sama lainnya dan berusaha memisahkan matahari dan bulan sendiri, namun, tidak peduli seberapa banyak usaha yang mereka curahkan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan, mereka selalu gagal.
Setelah mereka masing-masing mencoba segala cara yang mungkin mereka lakukan, Raja Naga bertanya kepada mereka: "Kenapa kalian belum juga menyelesaikan tugas yang diberikan Kaisar Langit kepada kalian? "
Para naga bergegas mengatakan: "Matahari dan bulan terlalu berat untuk digerakkan. Terlepas dari seberapa banyak kekuatan yang kami kerahkan, kami tidak bisa mengatasinya. Bahkan jika kami melawannya, kami tidak bisa menghentikan mereka. Kami bahkan kadang-kadang terpental keluar."
Raja Naga bertanya: "Bagaimana cara kalian mengerjakan tugas ini?"
Naga menjawab: "Kami masing-masing mencoba satu per satu."
Setelah mendengar hal itu, Raja Naga sangat marah dan seketika menegur mereka: "Kalian sangat bodoh. Kalian bahkan lebih payah daripada makhluk hidup di Bumi. Setidaknya mereka tahu bagaimana memindahkan Gunung Tai dengan kerjasama. Kalian bisa menyelesaikannya asalkan kalian semua bekerja satu sama lain. Masing-masing dari kalian dapat dengan mudah mematahkan satu batang anak panah, tetapi jika delapan anak panah diikat bersama-sama, apakah kalian bisa mematahkannya dengan begitu mudah? Alasan kegagalan kalian adalah karena satu tangan adalah terlalu lemah.
Setelah mendengar hal itu, para naga tersadarkan dan segera menyatakan bahwa mereka akan bersatu. Mereka kembali ke Langit dan mulai bekerja sama satu sama lain. Mereka membentuk formasi yang mirip dengan huruf China untuk "Qing", yang terdiri dari delapan goresan, dengan setiap goresan mewakili seekor naga. Ujung tajam pada bagian atas huruf dibentuk oleh dua naga.
Ketika mereka sepenuhnya saling bekerja sama satu sama lain, bagian atas seperti irisan tajam. Mereka menggunakan irisan tajam ini untuk memisahkan matahari dan bulan, dan keduanya kemudian segera terpisahkan. Setelah terpisah, matahari muncul lebih dulu daripada bulan.
Setelah menyelesaikan tugas ini, Delapan Naga merasa kelelahan dan mereka jatuh ke tanah. Pada saat itu, ada hembusan yang meniup setiap naga pada kain warna yang berbeda di tanah. Mereka kemudian melekat secara permanen pada masing-masing kain warna.
Delapan potong kain dengan desain naga inilah yang selanjutnya digunakan sebagai bendera militer pada masa Dinasti Qing. Karena warna delapan naga dan delapan potong kain adalah berbeda, masing-masing warna unit militer juga berbeda.
Karena Naga Putih, Naga Biru, Naga Kuning dan Naga Merah kebetulan masing-masing jatuh pada kain putih, kain biru, kain kuning dan kain merah, mereka kemudian masing-masing menjadi Bendera Putih, Bendera Biru, Bendera Kuning dan Bendera Merah.
Karena empat naga lainnya masing-masing jatuh pada kain kuning dengan bordir tepi merah, kain putih dengan bordir tepi merah, kain merah dengan bordir tepi putih dan kain biru dengan bordir tepi merah, mereka masing- masing menjadi Bendera Kuning Bertepi, Bendera Putih Bertepi, Bendera Merah Bertepi dan Bendera Biru Bertepi.
Setiap bendera berisi naga kecil dihiasi dengan awan dan api, melambangkan adegan pertempuran melawan Dinasti Ming. (*)
Sumber : EraBaru.Net
|
Search This Blog
Friday, June 14, 2013
Legenda Delapan Bendera
Sejarah Nelson Mandela
Nelson Rolihlahla Mandela (lahir di Mvezo, 18 Juli 1918; umur 94 tahun) dikenal di seluruh dunia sebagai pejuang kemerdekaan melalui kegiatan anti-apartheidnya dan kemudian menjadi Presiden Afrika Selatan. Masa kecilnya dihabiskan di Thembu kemudian memulai karier di bidang hukum. Dia juga memiliki nama kehormatan dari klannya yaitu Madiba.
Kehidupan[sunting]
Dilahirkan di Mvezo, Transkei pada 18 Juli 1918, Rolihlahla Mendela kemudian pindah ke Qunu sampai berumur 9 tahun. Ia merupakan yang pertama dari keluarganya yang mengikuti sekolah. Ia juga mendapat nama Nelson dari gurunya yang seorang Metodis. Pada umur 16 tahun, ia masuk Clarkebury Boarding Institute mempelajari kebudayaan barat.
Pada 1934, ia memulai program B.A. di Fort Hare University, dimana ia bertemu Oliver Tambo yang menjadi teman dan koleganya yang setia. Setelah menentang kebijakan universitas dan diminta keluar. Ia pindah ke Johannesburg dan melanjutkan kuliahnya di University of South Africa setelah mengambil hukum di University of the Witswatersrand.
Pernikahan[sunting]
Pernikahan pertama Mandela dengan Evelyn Ntoko Mase berakhir dengan perceraian pada 1957 setelah 13 tahun. Pernikahannya dengan Winnie Madikizela yang berjalan 38 tahun berakhir dengan perceraian 1996. Pada ulang tahunnya ke-80, Mandela menikahi Graça Machel, janda dari mantan Presiden Mozambik Samora Machel, yang juga seorang kawan ANC.
Kehidupan[sunting]
Dilahirkan di Mvezo, Transkei pada 18 Juli 1918, Rolihlahla Mendela kemudian pindah ke Qunu sampai berumur 9 tahun. Ia merupakan yang pertama dari keluarganya yang mengikuti sekolah. Ia juga mendapat nama Nelson dari gurunya yang seorang Metodis. Pada umur 16 tahun, ia masuk Clarkebury Boarding Institute mempelajari kebudayaan barat.
Pada 1934, ia memulai program B.A. di Fort Hare University, dimana ia bertemu Oliver Tambo yang menjadi teman dan koleganya yang setia. Setelah menentang kebijakan universitas dan diminta keluar. Ia pindah ke Johannesburg dan melanjutkan kuliahnya di University of South Africa setelah mengambil hukum di University of the Witswatersrand.
Politik[sunting]
Sebagai Aktivis[sunting]
Nelson Mandela mengikuti African National Congress (ANC) dari tahun 1942.
Karena kegiatannya yang antiapartheid, ia menjalani berbagai masa hukuman. Pada 5 Agustus 1962, Mandela ditangkap dan dipenjarakan di Johannesburg Fort kemudian pada 25 Oktober 1962, ia dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan pada 12 Juni 1964, ia dan sekelompok aktivis lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Setelah menolak pembebasan bersyarat dengan menghentikan perjuangan bersenjata pada Februari 1985, Mandela tinggal di penjara sampai dibebaskan pada11 Februari 1990 atas perintah Presiden Frederik Willem de Klerk setelah ditekan oleh seluruh dunia.
Mandela dan de Klerk mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian pada 1993
Presiden[sunting]
Nelson Mandela menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan dalam masa sekitar 5 tahun (Mei 1994 - Juni 1999) setelah memenangkan Pemilu dan menjadi presiden kulit hitam pertama dengan de Klerk sebagai Deputi presiden.
Masalah AIDS menjadi sumber kekecewaan orang-orang dan penyesalan Mandela karena dalam masa pemerintahannya, ia kurang memperhatikan masalah ini. Anaknya, Makgatho Mandela, meninggal karena AIDS pada 6 Januari 2005.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Nelson_Mandela
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Nelson_Mandela
Subscribe to:
Comments (Atom)

